Berikut penjelasan lengkap mengenai berita “KTT Iklim G7 di Kanada Fokus pada Transisi Energi” yang berlangsung pada Mei 2025:
Apa Itu KTT G7?
G7 (Group of Seven) adalah forum tujuh negara ekonomi besar dunia, yakni:
- Amerika Serikat
- Kanada
- Inggris
- Prancis
- Jerman
- Italia
- Jepang
- Uni Eropa sebagai pengamat tetap.
Pada Mei 2025, Kanada menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) tahunan G7, yang tahun ini berfokus pada percepatan transisi energi global dan penanggulangan krisis iklim.
Fokus Utama: Transisi Energi
1. Pengurangan Bahan Bakar Fosil
- G7 menyepakati target bersama untuk mengurangi konsumsi batu bara hingga 80% pada 2030.
- Dukungan untuk penghapusan subsidi bahan bakar fosil secara bertahap, dengan transisi adil bagi negara berkembang.
2. Investasi dalam Energi Terbarukan
- Negara anggota berkomitmen untuk meningkatkan investasi pada:
- Energi surya dan angin
- Hidrogen hijau
- Baterai penyimpanan skala besar
- Total komitmen dana transisi mencapai lebih dari USD 200 miliar, dengan sebagian dialokasikan untuk kemitraan dengan negara berkembang.
3. Penguatan Aliansi Iklim
- G7 menyatakan dukungan terhadap penguatan Aliansi Keuangan Glasgow untuk Nol Emisi (GFANZ).
- Dorongan kepada bank dan investor global agar hanya mendanai proyek net-zero dan ramah lingkungan.
Hasil dan Komitmen Utama
| Agenda | Komitmen |
|---|---|
| Energi | G7 akan menghentikan pembangkit listrik baru berbasis batu bara tanpa teknologi CCS (Carbon Capture and Storage) |
| Pendanaan | Dana transisi energi untuk negara berkembang ditingkatkan dari USD 100 miliar ke USD 150 miliar per tahun mulai 2026 |
| Teknologi | Kolaborasi dalam pengembangan teknologi rendah karbon dan berbagi paten antarnegara G7 |
| Karbon | Penetapan harga karbon dan perdagangan karbon lintas negara mulai disimulasikan |
Reaksi dan Dampak Global
- PBB dan aktivis iklim menyambut baik kesepakatan ini, meski meminta G7 lebih cepat dalam implementasi nyata.
- Beberapa negara berkembang menyatakan harapan bahwa komitmen pendanaan benar-benar direalisasikan, bukan hanya janji.
- Pasar energi global bereaksi dengan turunnya saham perusahaan batubara dan naiknya nilai saham energi terbarukan.
Tantangan ke Depan
- Perbedaan pendekatan antar negara G7, misalnya:
- Jepang masih ingin mempertahankan pembangkit batu bara dengan teknologi CCS.
- Amerika Serikat fokus pada transisi lewat pasar, sementara Eropa mendorong regulasi ketat.