Berikut penjelasan lebih lengkap terkait cuaca ekstrem yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada 1 Juni 2025:
Peringatan Dini dari BMKG
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca ekstrem di beberapa wilayah. Fenomena ini dipicu oleh sejumlah faktor atmosferik, termasuk:
- Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang meningkatkan pertumbuhan awan hujan.
- Gelombang Rossby dan Kelvin yang memperkuat potensi hujan lebat.
- Suhu muka laut yang hangat di wilayah Indonesia barat, mendukung pembentukan awan konvektif (penyebab hujan deras).
Wilayah Terdampak
Beberapa wilayah yang mengalami hujan lebat, petir, dan angin kencang antara lain:
- Sumatera Barat, Riau, dan Sumatera Selatan
- Hujan intens menyebabkan beberapa titik banjir di daerah dataran rendah.
- Longsor dilaporkan di daerah perbukitan Bukittinggi dan Solok.
- Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi)
- Jakarta Timur dan Selatan mengalami hujan deras sejak pagi.
- Banjir setinggi 30–50 cm terjadi di beberapa ruas jalan, terutama kawasan Kalibata dan Cipinang.
- Drainase tersumbat memperparah genangan.
- Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur
- Hujan disertai angin menyebabkan pohon tumbang di Palangkaraya dan Samarinda.
- Penerbangan di Bandara Tjilik Riwut sempat mengalami penundaan karena jarak pandang terbatas.
- Jawa Barat dan Jawa Tengah
- Wilayah Bandung, Cirebon, dan Purwokerto dilanda hujan lebat dan angin kencang.
- Warga diminta waspada terhadap potensi banjir bandang dan longsor, khususnya di daerah lereng pegunungan.
Dampak dan Imbauan BMKG
Dampak utama dari cuaca ekstrem ini:
- Banjir lokal
- Longsor di daerah rawan
- Pohon tumbang dan kerusakan ringan pada infrastruktur
Imbauan BMKG:
- Masyarakat diminta untuk tidak berteduh di bawah pohon besar saat hujan angin.
- Nelayan dan pelaut diminta mewaspadai gelombang tinggi di Laut Jawa dan Samudera Hindia bagian selatan.
- Gunakan aplikasi Info BMKG atau kanal resmi untuk update cuaca harian.