Berikut penjelasan lengkap mengenai berita “Harga Beras Kembali Naik” yang terjadi pada Mei 2025:
Latar Belakang
Pada Mei 2025, harga beras di pasar tradisional dan ritel modern di Indonesia kembali mengalami kenaikan signifikan, melanjutkan tren sejak awal tahun. Kenaikan ini menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas pangan nasional, terutama menjelang musim kering akibat El Niño.
Rincian Kenaikan Harga
- Beras medium: naik dari sekitar Rp12.000 menjadi Rp13.500–14.000/kg
- Beras premium: naik menjadi Rp15.000–16.500/kg
- Kenaikan terjadi merata di seluruh daerah, terutama di Jawa, Sumatera, dan Kalimantan.
Penyebab Kenaikan Harga
1. Gagal Panen Akibat Cuaca Ekstrem
- Dampak El Niño menyebabkan penurunan produksi padi karena kekeringan di sentra produksi seperti Jawa Timur, NTB, dan Sulsel.
- Banyak petani mengalami panen lebih rendah dari target.
2. Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Menipis
- Perum BULOG melaporkan stok cadangan beras di bawah 1 juta ton, jauh dari ideal 1,5–2 juta ton untuk jaga kestabilan.
3. Distribusi Terganggu
- Beberapa wilayah terdampak logistik akibat keterbatasan angkutan dan infrastruktur pasca cuaca ekstrem.
4. Kenaikan Biaya Produksi
- Harga pupuk, tenaga kerja, dan bahan bakar ikut naik, berdampak pada harga jual dari petani ke tengkulak.
Respons Pemerintah
1. Operasi Pasar Beras
- BULOG menggelar operasi pasar dan program SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) di berbagai kota untuk menekan harga.
2. Wacana Impor Beras Tambahan
- Pemerintah mempertimbangkan untuk mengimpor beras tambahan 500.000 hingga 1 juta ton dari Thailand dan Vietnam sebagai antisipasi krisis pasokan.
3. Bantuan Langsung Pangan
- Kementerian Sosial menyalurkan bantuan beras gratis 10 kg kepada keluarga penerima manfaat (KPM) sebagai jaring pengaman sosial.
Dampak Sosial dan Ekonomi
- Daya beli masyarakat menurun, terutama kelompok berpenghasilan rendah.
- Pedagang kecil dan warung makan mengeluhkan penurunan omzet.
- Inflasi pangan meningkat, mendorong naiknya angka inflasi nasional bulan Mei 2025.
Perkiraan Ke Depan
- Jika hujan tidak segera turun dan produksi tidak membaik, harga beras diperkirakan akan tetap tinggi hingga kuartal III (Juli–September 2025).
- Pemerintah diharapkan mempercepat realisasi program tanam padi gadu dan memperluas irigasi darurat.