Konflik di Timur Tengah Meningkat, Dewan Keamanan PBB Gelar Sidang Darurat (31 Mei 2025)
Latar Belakang
Ketegangan antara Israel dan kelompok militan Hamas serta Jihad Islam Palestina di Jalur Gaza kembali memuncak sejak akhir Mei 2025. Konflik ini dipicu oleh serangan roket dari Gaza ke wilayah selatan Israel, yang kemudian dibalas oleh serangan udara Israel ke berbagai titik strategis di Gaza.
Perkembangan Terbaru
- Dalam kurun waktu kurang dari seminggu, lebih dari 100 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka.
- Infrastruktur sipil seperti rumah sakit, sekolah, dan fasilitas listrik mengalami kerusakan parah akibat serangan udara.
- Di pihak Israel, beberapa kota mengalami kerusakan ringan, dan sirene peringatan roket terus berbunyi di wilayah perbatasan.
Respons Internasional
Pada tanggal 31 Mei 2025, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menggelar sidang darurat tertutup di New York. Agenda utama adalah membahas:
- Potensi pelanggaran hukum humaniter internasional.
- Upaya mediasi untuk gencatan senjata segera.
- Pengiriman bantuan kemanusiaan ke wilayah terdampak.
Pernyataan Resmi
- Sekjen PBB António Guterres menyatakan keprihatinan mendalam atas meningkatnya jumlah korban sipil dan menyerukan penghentian kekerasan secara segera dan tanpa syarat.
- Negara-negara seperti Amerika Serikat, Prancis, dan Tiongkok menyerukan deeskalasi, sementara Rusia dan Turki mendesak investigasi atas serangan terhadap warga sipil.
Dampak Regional
Konflik ini memicu unjuk rasa di berbagai negara Timur Tengah, termasuk Yordania, Lebanon, dan Mesir, yang mengecam tindakan militer Israel. Sementara itu, harga minyak dunia juga mengalami kenaikan tipis karena kekhawatiran atas potensi meluasnya konflik ke kawasan Teluk.