Berikut penjelasan lengkap tentang berita “Konflik Ukraina–Rusia Masih Berlangsung Intens” pada Mei 2025:
Latar Belakang Konflik
Konflik antara Rusia dan Ukraina dimulai sejak invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022. Hingga Mei 2025, konflik belum menunjukkan tanda-tanda mereda, dan justru mengalami eskalasi baru di beberapa front pertempuran.
Kondisi Terbaru (Mei 2025)
1. Pertempuran Sengit di Donetsk dan Kharkiv
- Wilayah timur Ukraina, terutama Donetsk dan Luhansk, kembali menjadi pusat pertempuran berat.
- Rusia meluncurkan serangan darat dan udara untuk merebut kota-kota strategis seperti Avdiivka dan Sloviansk.
- Ukraina bertahan dengan bantuan artileri canggih dan drone dari Barat.
2. Serangan Rudal Rusia ke Kota Besar
- Rusia meluncurkan serangan rudal jarak jauh ke Kyiv, Odesa, dan Dnipro.
- Beberapa fasilitas infrastruktur, termasuk pembangkit listrik dan jaringan kereta, rusak berat.
- Ukraina memperkuat pertahanan udara, tetapi sebagian serangan berhasil menembus.
3. Serangan Balasan Ukraina
- Militer Ukraina melakukan serangan balik menggunakan drone dan rudal ke wilayah perbatasan Rusia, termasuk Belgorod.
- Ukraina juga menyerang pelabuhan militer Rusia di Laut Hitam, menggunakan drone laut dan rudal presisi.
Dukungan Internasional
Untuk Ukraina:
- AS dan Uni Eropa kembali mengirimkan bantuan militer dan kemanusiaan.
- Bantuan termasuk sistem pertahanan udara, drone, kendaraan lapis baja, serta amunisi presisi.
- NATO mengintensifkan latihan militer di Eropa Timur dan meningkatkan pengawasan udara dan siber.
Untuk Rusia:
- Rusia tetap mendapat dukungan politik dan ekonomi terbatas dari Tiongkok, Iran, dan Korea Utara.
- Rusia meningkatkan produksi senjata dalam negeri dan merekrut lebih banyak personel militer.
Situasi Kemanusiaan
- Lebih dari 11 juta warga Ukraina telah mengungsi sejak 2022, dan lebih dari 5 juta masih berada di luar negeri.
- Lembaga bantuan internasional memperingatkan krisis kemanusiaan yang memburuk, khususnya di wilayah timur dan selatan.
Diplomasi Gagal
- Upaya diplomasi terbaru yang difasilitasi oleh Turki dan PBB kembali gagal karena:
- Ukraina menolak menyerahkan wilayah yang diduduki Rusia.
- Rusia bersikeras mempertahankan wilayah aneksasi.
Prediksi dan Tantangan ke Depan
- Konflik diperkirakan akan berlanjut hingga 2025–2026, kecuali ada tekanan global yang sangat kuat untuk gencatan senjata.
- Ada kekhawatiran bahwa konflik ini akan:
- Memicu konflik regional baru di Eropa Timur
- Menyebabkan krisis pangan dan energi berkepanjangan akibat terganggunya ekspor gandum dan gas.