Berikut penjelasan lengkap tentang berita: “WHO Umumkan Wabah Flu Baru di Asia Timur” per 1 April 2025:
🦠WHO Umumkan Wabah Flu Baru di Asia Timur
Tanggal pengumuman: 1 April 2025
Organisasi: WHO (World Health Organization / Organisasi Kesehatan Dunia)
Isu utama: Munculnya jenis flu baru yang menyebar di beberapa negara Asia Timur seperti Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan.
🔹 Nama Virus: H5N9 Variant Z (sementara)
- Virus ini merupakan mutasi baru dari strain flu burung (avian influenza).
- WHO menamakannya H5N9 Variant Z, dengan catatan bahwa ini masih klasifikasi sementara sambil menunggu analisis genom lebih lanjut.
🔹 Negara Terjangkit:
- Jepang: Kasus pertama terkonfirmasi di Osaka, menyebar ke Tokyo dan sekitarnya.
- Korea Selatan: 12 kasus dikonfirmasi, mayoritas dari kontak dekat dengan unggas.
- Taiwan: 5 kasus dikonfirmasi, dua di antaranya dari wisatawan luar negeri.
Catatan: Belum ada laporan resmi kasus di Indonesia atau Asia Tenggara per 1 April 2025.
🔹 Gejala yang Dilaporkan:
- Demam tinggi (38,5°C ke atas)
- Nyeri otot dan tenggorokan
- Batuk kering
- Beberapa pasien mengalami pneumonia berat dalam waktu 48–72 jam setelah gejala awal
- Tidak seperti flu musiman biasa, virus ini menunjukkan tingkat komplikasi lebih tinggi pada dewasa muda dan paruh baya, bukan hanya lansia
🔹 Tingkat Penularan dan Kematian (sementara):
- Tingkat penularan: sedang–tinggi (R0 = ±1,8 menurut data awal)
- Tingkat kematian: ±3% (lebih tinggi dari flu biasa, tapi jauh lebih rendah dari SARS atau COVID-19)
🔹 Tindakan WHO dan Pemerintah Lokal:
- WHO:
- Mengeluarkan status “alert kesehatan regional”.
- Mengirim tim ahli ke Jepang dan Korea Selatan untuk analisis lanjutan dan pengumpulan sampel.
- Menyarankan negara-negara sekitar memperketat screening bandara, khususnya untuk penumpang dari wilayah terdampak.
- Negara Terdampak:
- Penutupan pasar unggas hidup sementara.
- Pemeriksaan ketat di rumah sakit terhadap kasus demam tinggi dan gejala pernapasan.
- Pelacakan dan isolasi kontak erat.
🔹 Kesiapan Indonesia dan Negara Lain:
- Kementerian Kesehatan RI mulai meningkatkan pengawasan di 9 bandara internasional.
- RS rujukan infeksi menyiapkan protokol isolasi jika ditemukan kasus suspek.
- Belum ada larangan perjalanan, namun imbauan waspada untuk WNI yang hendak ke Jepang atau Korea Selatan.
🔹 Apa yang Harus Dilakukan Masyarakat?
- Tetap tenang, namun waspada.
- Gunakan masker saat di tempat ramai atau bepergian ke luar negeri.
- Hindari kontak langsung dengan unggas hidup.
- Jika mengalami gejala seperti flu berat setelah bepergian dari luar negeri, segera periksakan diri.
📌 Kesimpulan:
Wabah flu baru ini belum menjadi pandemi, namun WHO dan negara-negara Asia Timur sedang dalam tahap pengendalian awal. Kewaspadaan penting, terutama di wilayah dengan lalu lintas perjalanan internasional tinggi.